8 Stereotipe Budaya Prancis yang Salah

8 Stereotipe Budaya Prancis yang Salah – Kisahnya mengenai ekspatriat Amerika yang alih ke Paris buat mengganti metode marketing dari kantornya jadi lebih Amerika. Banyak orang menggemari serial ini, namun terdapat pula yang tidak senang sebab cliche serta berikan stereotipe adat Prancis yang salah.

8 Stereotipe Budaya Prancis yang Salah

regardfc – Memanglah bungkusan serial ini mempesona sebab mode player serta penentuan lokasinya bagus. Buat pemirsa merasa turut senang cuma dengan menontonnya! Tidak kurang ingat bintang film serta aktrisnya memanjakan visual dan cerita yang menghibur( walaupun kira- kira tidak masuk ide, hehehe).

Dikutip dari rukita, Di bagian lain, tuh, banyak orang Prancis serta ekspatriat di Prancis yang kurang sesuai dengan serial ini. Mereka merasa serial ini berikan cerminan yang tidak betul, apalagi kurang baik kepada orang Prancis. Hingga dari itu, serial ini membuktikan cultural ignorance ataupun ketidakpedulian orang Amerika kepada adat asing. Benarkah?

Baca juga : Etika Budaya yang Wajib Dipatuhi Saat Makan di Restoran Prancis

1. Bisa kerja tanpa bicara bahasa Prancis

Perihal ini amat di- highlight oleh banyak komentator, bagus ekspatriat ataupun orang Prancis asli. Banyak orang yang berbicara Inggris selaku bahasa bunda bisa jadi berasumsi kalau seluruh orang ucapan bahasa Inggris, betul? Memanglah beberapa besar orang berlatih, sih, tetapi tidak berarti aman memakainya.

Banyak orang Prancis amat menjunjung besar adat, bahasa, seni, serta santapan mereka. Hingga dari itu, berarti sekali bila mau bermukim di Prancis buat dapat berbicara Prancis sebab bagi mereka jika kalian tidak dapat, hingga kalian tidak hendak dapat merasakan French experience yang sesungguhnya.

Jika jadi wisatawan, sih, paling tidak berlatih teguran dasar semacam“ bonjour, excuze moi, s’ il vous plaît, serta merci“. Tanyakan pula apakah mereka ucapan baahsa Inggris ataupun tidak saat sebelum mengajak Bicara jangan nyerocos langsung menggunakan bahasa Inggris! Dengan demikian ini orang hendak merasa dinilai serta tentu ingin ucapan.

Jika kalian ingin kegiatan serta berlatih di situ, betul, berlatih dahulu bahasa Prancis! Janganlah berambisi hidup kamu akan gampang dengan modal bahasa Inggris saja.

2. Chambre de Bonne dan Paris 100% Indah

Di dalam“ Emily in Paris”, ia bermukim di suatu kondominium di tengah Paris yang amat bagus. Ia bermukim di suatu lantai yang diucap Chambre de Bonne yang terdapat di lantai paling atas serta luasnya 60m2 dengan panorama alam amat besar.

Ini merupakan stereotipe bangunan serta tempat bermukim Prancis yang salah, betul! Bisa jadi sang pengarang berasumsi kalau Chambre de Bonne serupa semacam Penthouse di kondominium berbicara Inggris, nama lain sangat atas serta sangat mahal. Tetapi, Chambre de Bonne merupakan kamar di loteng dibagi jadi ruangan kecil umumnya seluas 9m2 saja!

Dapat dikatakan Chambre de Bonne merupakan kost untuk mahasiswa yang bayaran sewanya ekonomis sebab kecil, kamar mandi sharing, serta panas sekali sebab terletak di loteng. Terlebih seluruh tempat di serial ini amat bagus serta bersih sementara itu kondominium di Paris, tuh, padat. FYI, terdapat banyak bagian Paris yang kotor dengan grafiti, kotoran anjing di sana- sini, kotor, serta serupanya pula, kenapa.

Ingin kamar Instagramable dengan rooftop serta panorama alam yang bagus tetapi tidak berkonsep Chambre de Bonne? Kalian tidak butuh sharing kamar mandi, loh, jika bermukim di bagian Rukita kalian dapat menikmati kediaman yang komplit serta dapat dipost tiap dikala banyak huniannya Emily, terdapat bagian kondominium mevvah pula dengan harga terjangkau, loh!

3. Orang Prancis malas

Ini stereotipe orang Prancis yang salah lagi pula, betul. Di“ Emily in Paris”, tuh, terdapat segmen di mana Emily pergi ke kantor jam 08. 30 pagi, tetapi tidak dapat masuk sebab kantor sedang tutup. Nyatanya kantor terkini buka jam 10. 30 serta tidak terdapat orang yang dapat masuk saat sebelum itu.

Astaga lezat sekali terdapat kantor semacam itu, kan? Faktanya nyata berlainan! Walaupun orang Eropa kebudayaan hidupnya kegiatan buat hidup, bukan hidup buat kegiatan, mereka bertugas serta giat. Kantor lazim diawali jam 09. 00- 09. 30, tetapi saat sebelum itu bangunan telah buka serta orang dapat tiba buat bertugas.

Tidak hanya itu, Mindy, sahabat Emily pula bilang kalau orang Paris pakar“ seni tidak melaksanakan apa- apa.”. Perihal ini betul, tetapi tidak berarti mereka berat kaki, loh. Orang Prancis senang menikmati waktunya serta embrace the presence. Mereka milih nge- wine, ngeteh, ataupun ngopi sembari bercokol serta menikmati keadaandi sekelilingnya dari padat jadwal lalu. Coba, deh, tuturnya ini kunci supaya senang!

4. Orang Prancis semua kasar dan hobi merundung?

Kita senantiasa mengikuti kalau orang Prancis ataupun warga Paris ditafsirkan selaku orang sombong serta agresif. Di serial ini apalagi terdapat juru bully pula yang senang mengecilkan ataupun memperolok- olokkan Emily.

Memanglah orang Prancis lebih lalu jelas serta keras di depan, terlebih pada orang terkini tahu. Tetapi, mereka bukan perundung, betul! Dengan cara adat, tuh, mereka memanglah tidak terbuka, lebih tertutup kepada orang terkini, serta memilah buat ucapan sekedarnya saja tanpa etika. Paling tidak tutur mereka, nih, bukan orang yang menusuk dari balik.

Butuh kalian ketahui orang Paris apalagi kerap diucap orang sok oleh orang Prancis non- Paris. Hah? Banyak orang sok Paris ini kerap diucap Snobby Parisiene. Perihal ini kerap dituturkan untuk orang yang lahir, besar, serta bermukim di Paris, peminat seni besar, serta cuma ingin ucapan keadaan dalam semacam filosofi. Mereka memanglah mendongkolkan serta ekslusif, tetapi orang semacam itu terdapat di mana- mana, kan.

5. Orang Prancis biasa selingkuh

Di manapun, betul, orang Prancis senantiasa ditafsirkan centil, senang menggoda, serta senang selingkuh. Di dalam“ Emily in Paris”, atasan Eveline ialah selingkuhan dari atasannya lagi serta sekantor mengenali ini, namun dikira biasa saja.

Tidak hanya itu pertanyaan seluruh laki- laki Prancis centil, seksis, serta senang menghasilkan wanita subjek, tuh, salah amat sangat! Pria di situ pula berakal serta diajari mengenai meluhurkan wanita, loh.

Bosnya Emily itu pula mengirimkan pakaian dalam subbagian ke Emily( sebab mau menggoda), seluruh laki- laki Prancis masing- masing bertemu langsung flirty serupa Emily, apalagi Emily jadi selingkuhan chef serta berkawan dengan kekasih selingkuhannya. Kompleks, betul, namun itu seluruh merupakan stereotipe orang Prancis yang salah.

Nilai kecurangan di Prancis tidak lebih besar dari negeri lain meski mereka lebih bebas. Tidak hanya itu, tidak biasa pula kecurangan jadi rahasia terbuka di kantor serta berkawan dengan pendamping sah dari selingkuhan, tuh, di luar akal sehat. Ini betul- betul salah!

6. Merokok terus (bahkan di depan teman kantor!)

Di dalam“ Emily in Paris” ditafsirkan kalau orang Prancis merokok lalu. Nah, stereotipe ini populer amat sangat hingga banyak orang bilang orang Prancis langsing sebab cuma merokok, tidak makan! Di serial ini, bosnya pula kerap menganjurkan Emily buat tidak makan, tetapi merokok saja, ia pula skip makan siang untuk merokok. Duh!

FYI, orang Prancis itu foodie serta amat hirau kepada adat santapan. Mereka tidak skip makan siang untuk merokok saja. Atasan besar kantor Emily pula merokok di depan Emily dengan bebas. Sementara itu, nih, merokok di dalam ruangan bawah tangan semenjak 2007, sedangkan di kafe dan restoran bawah tangan semenjak 2008. Betul, merokok cuma dapat di tempat spesial!

7. Masalah makanan

Jika ini permasalahan santun adab serta aturan krama dalam adat Prancis. Di dalam serial ini, kala Emily makan steak di restoran Gabrielle, ia merasa steaknya kurang matang serta menuntut dimasak balik sementara itu belum dicoba serupa sekali. Abdi pula memforsir Emily buat berupaya dahulu saat sebelum komplain.

Emily merasa customer is a king serta di Prancis nyatanya berlainan! Customer restoran merupakan pengunjung. Kewajiban chef merupakan menyuguhkan santapan dengan bahan, kedewasaan, hidangan, serta mutu terbaik. Kewajiban abdi merupakan melayani keinginan apalagi saat sebelum kalian ngomong, serta klien wajib open minded dan menikmati persembahan yang dihidangkan chef.

Tabu amat sangat untuk komplain saat sebelum berupaya santapan sebab chef telah mengerti gimana santapan diolah supaya nikmat. Beda dari di Amerika, restoran di Prancis biasanya kepunyaan chef serta santapan tidak diproses kelewatan semacam fast food ataupun resto serbagoreng. Jika klien dapat menduga bahan, nih, dipastikan kalian akan bisa banyak tambahan dari restoran.

8. Fashion di Prancis

Di film ini kalian pula hendak memandang seluruh orang fashionable. Gunakan heels di mana- mana serta gunakan benda berlabel seluruh. Ini stereotipe yang pula salah, loh! Di Prancis mereka memanglah menjunjung mode, tetapi tidak gempar serta all branded. Tidak selebay busana Emily, betul, serta lebih mendekati Camille ataupun Sylvie yang chic in their own ways.

Baca juga : Kebiasaan Budaya Dan Tradisi Orang Iran Yang Belum Kalian Ketahui

Tidak hanya itu, Emily dapat dikatakan semacam orang terkejut serta geletar adat. Ia gunakan topi barik, cantolan kunci Tower Eifell, serta gunakan pakaian dengan print kota Paris. Nyata ini malu- maluin serta lebay amat sangat! Tidak terdapat orang di Prancis gunakan pakaian bersimbol Paris seperti wisatawan, loh.

Tidak hanya itu, Emily senantiasa gunakan high heels stilleto, lari- lari di paving, serta taman- taman Paris. Maklum serial ini mengenai mode, betul. Jika kalian ke Paris, banyak orang gunakan sepatu boots dengan heels kotak, sepatu heels kotak, serta flat shoes.